Dari Sasando sampai Sitar bag2

Waditra diperkirakan alat musik mirip wina yang berkembang dari instrumen India, bin. Di Malang, waditra diperkirakan dipergunakan pada masa Hindu-Buddha abad ke-10-16. Dwi tak mengetahui pasti kenapa waditra punah tak ditemukan jejaknya. ”Mungkin, saat Islam masuk, tak ada lagi yang memainkannya,” ujarnya. Adapun festival ini melibatkan para musikus yang memainkan alat dawai sebagaimana dalam tradisi dan membawakannya untuk sebuah komposisi modern.

Ganzer dari Nusa Tenggara Timur, bersama kelompok sasandonya, misalnya, menggunakan beberapa sasando—alat musik khas Pulau Rote—untuk sebuah blues. Misbach Daeng Bilok malah membawa alat musik angin sendaren atau sawangan, yang biasa dipasang di layang-layang, untuk menghasilkan bunyi dari embusan angin. ”Sendaren bisa digunakan untuk mengusir hama, ramah lingkungan,” kata pria kelahiran Pulau Selayar, Sulawesi Selatan, ini. Sendaren dimainkan dengan gerak seperti menebas alang-alang dan mendayung.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *