Categories
Parenting

Yang Tak Terasa Pun Perlu Dicermati

Tapi stres yang seperti apa? Setiap orang memiliki daya tahan yang berbeda terhadap tekanan. Ada Mama yang biasa-biasa saja ketika harus bekerja dan mengurus rumah tangga. Padahal ia harus meng hadapi tekanan pekerjaan, macet di jalan, mengasuh anak-anak, dan lainnya. Jika Mama sudah terbiasa dengan tekanan se perti ini lalu dijalani dengan santai, bisa saja masa subur Mama tidak akan terpe ngaruh yang ditandai dengan siklus haidnya yang tetap konsisten.

Baca juga : kursus bahasa Jerman di Jakarta

Tetapi, ada pula Mama yang tak bisa santai, kesibukanyang tidak terlalu padat bisa saja membuatnya sangat tertekan, mudah emosi, tidak sabaran, yang sangat mungkin berimbas pada masa suburnya terganggu. Stres yang mengganggu tingkat kesuburan pun tak hanya datang dari tekanan aktivitas sehari-hari, bisa saja stres yang datang tiba-tiba memicu terjadinya gangguan kesuburan. Misalnya, Mama shock ketika kehilangan hewan peliharaan, meng alami kecelakaan serius, orang yang disayangi meninggal dunia, diberhentikan dari pekerjaan, dan lainnya.

Di saat stres seperti ini bisa membuat cairan di mulut rahim mengalami “masa kering” yang membuat kesuburan Mama terganggu. Berbeda saat tidak stres, dimana saat menjelang ovulasi, area mulut rahim terasa basah. Namun kembali lagi, setiap orang berbeda-beda dalam menghadapi hal ini. Mungkin saja meski ia tertimpa musibah berat namun dia kuat menghadapinya bisa saja kesuburan Mama tidak terganggu dan tetap bisa segera hamil. Bisa juga Mama tak merasakan stres, bisa melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa.

Mungkin saja secara tidak sadar Mama sebenarnya mengalami stres namun karena sudah terbiasa dengan tekanan-tekanan sehingga Mama merasa biasa saja menghadapinya. Atau mungkin keinginan memiliki momongan yang sangat menggebu sementara Tuhan belum mengizinkan memicu stres pada Mama. Meski tidak disadari, stres seperti ini bisa saja mengganggu keseimbangan sistem hormon di dalam tubuh Mama sehingga Mama mengalami gangguan kesuburan. Jika demikian, sebaiknya Mama perlu lebih memahami kondisi dan berkonsultasi ke dokter supaya bisa mendapatkan kehamilan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *