Jaga Daya Tahan Tubuh

Tentu Mama juga perlu menjaga daya tahan tubuh. Kalau Mama sakit, meski hanya merasa “tidak enak badan”, sudah bisa menimbulkan stres tersendiri. Nah, agar daya tahan tubuh tetap terjaga, selain berolahraga teratur, Mama juga membutuhkan asupan makanan bergizi seimbang dan cukup istirahat/tidur. Makanan bergizi seimbang, selain dibutuhkan untuk daya tahan tubuh, juga untuk memproduksi ASI.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Tentunya kebutuhan gizi Mama menyusui lebih banyak dibandingkan dengan Mama yang tidak menyusui. Pada enam bulan pertama pasca melahirkan, mama menyusui (usia 19-29 tahun) perlu asupan energi sebesar 2400 Kal per harinya. Begitu pun dengan kebutuhan zat-zat gizi lainnya, mengalami peningkatan selama masa menyusui. Nah, agar tercukupi kebutuhan gizi Mama menyusui, konsumsilah makanan yang bevariasi dan beraneka ragam, terdiri atas zat gizi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

Perhatikan juga asupan cairan mengingat air merupakan komponen utama ASI. Mama menyusui membutuhkan sekitar tiga liter cairan per hari, yang bisa diperoleh dari air minum dan air dalam makanan, semisal kuah sup dan jus buah. Sementara, untuk memenuhi kecukupan istirahat/tidur Mama diperlukan kerja sama dengan pasangan dan pengasuh dalam membagi waktu merawat bayi.

Misalnya, bergantian dengan Papa menjaga bayi di malam hari; meminta pengasuh untuk menggantikan mengasuh bayi kala Mama ingin beristirahat di siang hari. Mama juga bisa memanfaatkan waktu tidur bayi dengan ikut tidur, sehingga ketika bayi bangun, Mama sudah lebih segar. Dengan cukup istirahat/tidur, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan berolahraga rutin, ditambahkan relaksasi, mama akan merasa lebih fit dan bugar sehingga dapat merawat si buah hati dengan lebih baik.

Jangan Pompa Asi Secara Berlebihan

Semakin banyak ASI yang dipompa, semakin banyak juga yang akan diproduksi oleh payudara. Jika Mama terbiasa memompa terlalu banyak dan melebihi yang biasa dikonsumsi oleh bayi, payudara tidak akan kosong secara menyeluruh dan bisa bengkak. Sudah jelas, kondisi bengkak ini pasti tidak terasa nyaman. Yang perlu diwaspadai juga, risiko terjadinya infeksi akibat pembengkakan. “Selain kebiasaan memompa ASI yang tidak tepat, infeksi juga bisa dipengaruhi daya tahan tubuh yang sedang turun. Misalnya, akibat kelelahan jangka panjang atau stres berlebihan,” kata M. Jane Heinig, PhD, konsultan laktasi dan direktur eksekutif di Human Lactation Center, University of California, Davis.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *