Categories
Parenting

Belajar Bersyukur Bag2

Respons itulah yang menunjukkan ia sedang “menghargai” perhatian yang sudah diberikan orangtuanya. Seiring pertambahan usia dan kemampuan berbahasa yang berkembang pesat, kita bisa meng ajari anak mengucapkan terima kasih saat diberikan sesuatu atau dibantu orang lain. Cara mengajarkan termudah adalah menjadi panutan baginya.

“ lowongan kerja gratis di luar negeri dengan program ausbildung di Jerman untuk lulusan SMA “ sat-jakarta

Saat pasangan membelikan makanan, misal, katakan terima kasih. Begitu pula saat kita mengambilkan anak mainan, minta ia berkata terima kasih. Sama halnya ketika kita meminta bantuan anak untuk mengambilkan sesuatu, ucapkanlah terima kasih. Lama kelamaan, si prasekolah akan terbiasa dengan hal ini. Lalu perkenalkan juga ucapan terima kasih pada hal-hal kecil lainnya yang biasa dilakukan seharihari.

Saat kita sedang kesal karena pekerjaan, begitu di rumah bertemu dan bermain dengan anak, rasa kesal itu lenyap sekejap. Ucapkan terima kasih pada si kecil sambil memeluknya, “Terima kasih ya, Kak, Papa sekarang jadi nggak capek lagi.” Ekspresi perasaan semacam ini akan membantu anak memahami, bahwa kita tak cuma menghargai barang atau mainan yang diberikan orang lain, tetapi juga pada berbagai bentuk perhatian dan tindakan.

Modal Mengasah Empati

Cara lain agar anak belajar menghargai sesuatu adalah dengan meminta bantuan anak melakukan pekerjaan rumah tangga, seperti membereskan mainan, melap meja, menaruh pakaian kotor, mengajak jalan-jalan, memberi makan hewan peliharaan, dan sebagainya. Selalu ada godaan agar kita datang membantu anak menuntaskan “pekerjaannya”, tetapi kita harus menahan diri.

Jika ia kesulit an, biarkan ia mencobanya sendiri atau mencari jalan agar bisa menyelesaikannya. Semakin sering kita membantunya, semakin anak tak menghargai apa yang kita lakukan. “Nanti Mama pasti bantuin aku,” begitu pikir anak. Kalaupun hasilnya berantakan, ya tak apa, yang penting anak sudah mencoba dan ia menyadari bahwa semua hal dan semua tindakan itu perlu usaha. Kemudian, ajaklah anak menyumbang secara berkala.

Dari menyisihkan uang kembalian belanja dan memasukkan ke kotak amal, atau menyumbang pakaian layak pakai dan mainan ke panti asuhan atau kerabat yang membutuhkan. Kembali lagi, ketika anak melihat kita menyumbang seperti itu, anak akan terinspirasi untuk melakukan hal yang sama. Berikutnya, cobalah menahan diri untuk tidak selalu mengabulkan semua permintaan anak, alias berkata “tidak”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *