Categories
Parenting

Sarapan Bergizi, Mual Pun Pergi Bag3

Pastikan saat sarapan, menu nya mengandung kebutuhan gizi minimal seperempat atau sekitar 15-30% dari kebutuhan harian mamil. Tetapi, makan dan minum saja belum memadai untuk mengusir rasa mual dan muntah atau morning sickness. Mamil perlu cukup istirahat, relaksasi, atau senam hamil, juga mengurangi stres dan terhindar dari berbagai polusi lingkungan serta makanan yang tidak aman.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Bila diperlukan, Mama bisa mengonsumsi suplemen, seperti tablet tambah darah dan vitamin B6 sesuai anjuran dokter. Susu bisa menjadi bagian menu sarapan saat hamil, selagi Mama tidak alergi dan tidak intoleran laktosa (ketidakmampuan untuk mencerna, menyerap laktosa, sejenis gula yang ditemukan dalam susu dan produk susu lainnya). Akan lebih baik lagi bila Mama memilih susu untuk mamil, karena kandungan susu tersebut diformulasikan khusus untuk memenuhi kebutuhan mamil.

Selain juga, padat gizi mikro yang dibutuhkan mamil, semisal, vitamin B6, yang bisa mengurangi rasa mual. Vitamin B6 juga bisa didapatkan dari kacang merah, kacang polong, jagung, sayuran berdaun hijau, ikan, daging sapi, dan ayam. 6ereal dapat 0ama pilih sebagai menu sarapan, gunanya sebagai pangan sumber karbohidrat. Bisa dipadukan bersama susu dan potongan buah segar sesuai selera Mama.

Nah, mamil yang mengalami morning sickness paling tepat mengonsumsi sereal yang kaya serat, mi neral, dan vitamin, terutama zat besi, zink, kalsium, vitamin B6, B9, dan B12. Kenapa” Karena sereal merupakan asupan yang kaya energi dan mamil yang mengalami morning sickness sering kali anemia, kurang darah serta kekurangan Yitamin dan mineral, sehingga sereal menjadi pilihan sarapan yang dapat mencukupi nutrisi mamil dalam porsi makan kecill/terbatas.

Hmm, Madi semangat sarapan, deh! Sarapan sehat di pagi hari akan memberikan “suntikan” energi untuk memulai hari dan membantu mengembalikan level gula darah ke batas normal, sehingga otak dapat berfungsi dengan lebih baik dalam bekerja. Susu bisa menjadi bagian menu sarapan saat hamil, jika Mama tidak alergi dan tidak intoleran laktosa. Akan lebih baik kalau susu tersebut diformulasikan khusus untuk memenuhi kebutuhan ibu hamil.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *