Categories
Berita

Keluhan Dosen Universitas Riau Bag3

Saya tidak diperbolehkan masuk ruangan mengajar karena ruangan dikunci oleh petugas keamanan yang diperintahkan oknum pimpinan universitas. Mahasiswa diintimidasi tidak boleh mengikuti kuliah saya dengan ancaman nilai dari saya tidak akan diakomodasi. Pada hari pertama saya masuk untuk mengajar, ada dosen yang tanpa persetujuan saya menjadi asisten saya mengunci ruangan dan saya tidak diperbolehkan mengajar, padahal saya sebagai dosen penanggung jawab. Dosen yang merampas mata kuliah saya itu adalah yang mengikuti pendidikan S-2 yang sembilan tahun tidak bisa menyelesaikannya.

Selain itu, saya tidak diberi honor mengajar dan biaya penelitian. Saya sudah melaporkan pelbagai kejadian itu kepada Kepolisian Daerah Riau. Buktinya berupa laporan LP/18/I/2015/ SPKT/Riau tanggal 15 Januari 2015, LP/71/III/2015/SPKT/Riau tanggal 24 Februari 2015, dan surat laporan saya tentang HAKI ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau tanggal 10 September 2015. Sudah hampir dua tahun proses hukum berjalan, tapi tidak ada kepastian.

Categories
Parenting

Banyak Cara Rayakan Kehamilan

Yap… dari yang tradisional dan harus ikut pakem hingga yang kreatif dan banyak alternatif. Yuk, kita simak seperti apa! “Saya orang Padang, suami orang Jawa. Saat usia kehamilan 4 bulan, saya mengadakan pengajian di rumah dengan anak yatim untuk mendoakan calon bayi. Lalu, di usia kandungan 7 bulan, giliran mertua di Jawa yang mengadakan acara.

Baca juga : Kerja di Jerman

Awalnya pengajian, lalu upacara adat yang disebut Mitoni. Yang menarik, di sini ada seekor belut yang disiapkan di ember. Saya pikir buat apa, ternyata ibu mertua mengambilnya, lalu diusap-usapkan ke perut saya. Wah, padahal belutnya masih hidup… rasanya di perut licin-licin gimana gitu… hi hi hi… geli. Ternyata makna upacara itu agar kehamilan saya lancar. Entah karena sudah diusapi belut atau bukan, nyatanya kehamilan Hafzel hingga persalinannya dijalani dengan lancar.

Alhamdulillah!” Mandi Kembang Hingga Makan Ayam Utuh Unik ya, Ma! di Indonesia memang banyak tata cara adat untuk merayakan kehamilan dengan berbagai makna simbolik. Mitoni, seperti yang telah disinggung di atas, sering disebut juga tingkeban atau nujuh bulan. Dalam tradisi Jawa, Mitoni merupakan rangkaian upacara siklus hidup. Upacara ini dilakukan pada bulan ke-7 masa kehamilan dengan tujuan agar si jabang bayi dan sang ibu senantiasa memperoleh keselamatan.

Mitoni biasanya diadakan di hari yang dianggap baik, misal, hari Selasa (Senin malam, Selasa pagi/siang) atau Sabtu (Jumat malam, Sabtu pagi/siang). Dewi Utami yang tinggal di Sidney, Australia, sengaja mengajak suami bulenya pulang ke Indonesia demi acara ini. “Sejak saya dinyatakan hamil di Sidney, langsung saya WhatsApp ke ibu saya di Solo. Nanti pas lima bulan saya mau pulang. Tolong diadakan upacara Mitoni.”

Yang membahagiakan adalah keluarga besar suami yang dari Australia juga ikut datang. “Mereka antusias mengikuti upacara. Jadi, acara dimulai dengan siraman, lalu memasukkan telur ayam kampung ke dalam kain yang saya pakai. Terus ada yang namanya brojolan, yakni memasukkan dua kelapa gading muda ke dalam sarung dari arah atas perut ke bawah.

Sumber : https://ausbildung.co.id/