Bila Tak Disukai Teman

Ada juga anak yang ternyata kurang disukai oleh temantemannya. Ia tak menjadi idola bagi teman sepermainan. Boleh jadi anak ini memang bertemperamen slow to warm up. Artinya, ia cenderung membutuhkan waktu untuk beradaptasi dan lambat dalam merespons suatu perubahan. Begitu pula dengan anak yang memiliki temperamen difficult child, ia cenderung memiliki mood yang kurang baik, sering kali menangis dan mudah curiga terhadap orang asing.

Akibatnya, anak mengalami kendala dalam bersosialiasi. Ia cenderung menolak untuk bermain dengan teman-temannya. Begitu pula ketika dihadapkan dengan permainan baru, anak ini akan sulit beradaptasi. Selain itu, anak yang memiliki kecemasan tinggi atau adanya tahapan perkembangan yang belum tuntas, juga menjadi salah satu faktor. Hal ini dapat memengaruhi kepercayaan diri si anak dan berakibat menjadi sulit berinteraksi dengan orang lain. Anak seperti ini perlu dibantu dengan mencoba mencari “kelebihan” yang bisa ia gunakan untuk menjadi modal dalam menjalin pertemanan di lingkungan sosialnya.

Umpama, bila ia mudah sekali menghafal lirik lagu anak-anak, coba minta ia menyanyi, mungkin ini bisa menjadi salah satu “daya pikat” bagi teman-temannya. Pendapat lain mengungkap, beberapa kemungkinan yang menyebabkan anak tak disukai teman dan cenderung jadi lebih suka main sendiri di rumah, di antaranya?

Berkarakter Soliter

Anak kurang nyaman berinteraksi dan saat bermain. Akan tetapi bukan berarti ia tak mau atau tak dapat bersosialisasi. Anak ini butuh pendampingan orang dewasa atau orangtua terlebih dulu sampai ia merasa nyaman berteman dan bermain. Hindari melabel anak dengan istilah kuper atau enggak gaul karena justru akan membuat ia makin sulit berinteraksi.

Faktor diri sendiri atau temannya

Anak tak merasa nyaman karena temannya berperilaku kurang disukai, seperti suka mendorong, merebut mainan, dan lainnya. Bila itu yang terjadi, jelaskan pada anak bahwa sikapnya itu kurang berkenan bagi teman sehingga ia dijauhi dan tak ada yang mau menemani bermain.

Simak juga informasi lengkap mengenai tempat kursus bahasa Prancis di Jakarta yang terbaik untuk anak yang ingin mahir dalam berbahasa asing terutama bahasa Perancis.

Bermain Sebagai Stimulasi

Ada banyak manfaat yang bisa dipetik bila anak bermain bersama teman-temannya, yaitu :
keterampilan motorik

Ketika bermain bersama teman, banyak gerakan fisik yang bisa dilakukan, seperti : melompat, ebrlari, lempar-tangkap bola, dan sebagainya.

Keterampilan bahasa

Keterampilan berkomunikasi dan berbahasa makin berkembang. Ketika mereka mengobrol, bercerita tentang permainan yang dilakukan itu sekaligus sebagai stimulasi.

Keterampilan berbagi

Anak belajar berbagi dan bergantian memainkan boneka, sepeda, ayunan dan sebagainya. Anak jadi tak mau menang sendiri, justru terasah untuk menjadi anak yang baik dan murah hati, suka membantu, bahkan disiplin.

Kemampuan berempati

Misal, tiba-tiba temannya terjatuh karena terpeleset, anak akan mencoba menolong semampunya. Membagi kue yang dibawa juga termasuk dalam stimulasi mengasah empati.

Keterampilan mengendalikan emosi

Ketika mereka bertikai karena berebut mainan, sekaligus melatih mengendalikan emosi. Mama bisa berusaha mengalihkan pada mainan/permainan lain atau mengajak anak menjauh dari teman tersebut untuk sementara waktu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *