Categories
Berita

Ketika Mereka Berpuisi Bag4

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Gubernur Banten Rano Karno, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, Direktur Utama PT XL Axiata Dian Siswarini, Direktur SDM dan Umum Bumiputra Ana Mustamin, serta aktor Reza Rahadian. Acara ditutup dengan penampilan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan aktris Raline Shah. Raline sempat berlatih kepada penulis dan sutradara teater Gunawan Maryanto. Ia juga banyak berlatih dengan ayahnya. ”Aku orang Medan dan kami terbiasa berpantun. Papaku suka berpantun, jadi sekalian,” tutur Raline, yang membacakan ”Rumahku” dan ”Penerimaan”. Kehadiran Sri Mulyani disambut gemuruh penonton. Puisi yang ia bacakan, ”Aku Berada Kembali”, seolah-olah mewakili kehadirannya kembali di kabinet. ”Saya pikir saya yang dapat ’Penerimaan’, soalnya Menteri Keuangan rindu penerimaan,” ujarnya, disambut gelak tawa penonton.

Categories
Berita

Wawancara Sri Mulyani Bag2

Kalau APBN ini dikelola secara kredibel, angka-angkanya bisa terus diuji, maka kita bisa melakukan manuver dalam posisi 3 persen itu. Saya rasa peran kami adalah bagaimana mengelola keuangan negara sesuai dengan amanatnya, yaitu yang efektif, efsien, menggunakan seluruh instrumen penerimaan, belanja, defsit, untuk mencapai tujuan perekonomian nasional. Itu saja. Pemangkasan anggaran akan menghambat pertumbuhan ekonomi?

Pemikiran bahwa APBN mendorong instrumen ekonomi itu sangat betul, teoretis ataupun empiris. Sebab, APBN itu kan bagian agregat demand. Semakin Anda belanja, permintaan naik, ekonominya tumbuh. Tapi mengelola ekonomi itu dari dua sisi. Kalau cuma menggunakan sisi permintaan, dengan belanja lebih banyak, tanpa menyikapi sisi penawarannya, maka akan tumbuh cepat, cuma temporer naik, anjlok lagi, dan overheating.

Categories
Berita

Wawancara Sri Mulyani

Beberapa bulan lalu, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan perlunya peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perpu) supaya defsit bisa di atas 3 persen. Pertama, beberapa bulan lalu saya belum di sini, jadi tak bisa berkomentar. Tapi, kedua, Undang-Undang Keuangan Negara yang menyebutkan 3 persen itu diciptakan oleh pemerintah dan DPR sehabis krisis ekonomi.

Waktu itu, defsit ataupun exposure utang Indonesia tinggi, maka harus melakukan langkah-langkah yang harus diformalkan untuk mengunci komitmen yang disebut kebijakan fskal. Itu pun dilakukan oleh Eropa, tapi dilanggar. Makanya mereka krisis. Jadi saya rasa pada tingkat kebijakan fskal bukan pada defsit mana, tapi narasinya kredibel atau tidak. Kalau Anda tibatiba bikin perpu menaikkan defsit 3 persen karena APBN dari awal tidak kredibel, ceritanya akan makin rusak.

Categories
Berita

Modal Besar Menyeret Pembakar Bag4

”Kami pelajari apa saja kelemahan dalam gugatan itu,” kata Ragil. Menurut Ragil, Kementerian Lingkungan Hidup sudah mengantongi bukti yang memberatkan National Sago sejak akhir Maret 2014. Waktu itu tim Kementerian ”membonceng” Kepolisian Daerah Riau yang turun ke kebun sagu National Sago di Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kepulauan Meranti. ”Kami datang bersama polisi agar akses datanya lebih mudah,” ucap Ragil. Tim Kementerian waktu itu mengambil contoh tanah yang terbakar di lahan sagu seluas 21.418 hektare tersebut. Kementerian lalu meminta dua ahli dari Laboratorium Kebakaran Lahan dan Hutan Institut Pertanian Bogor, Bambang Hero Sarjono dan Basuki Wasis, untuk memeriksa sampel tanah tersebut. Menurut Bambang Hero, hasil tes laboratorium tentang derajat kerusakan tanah menjadi salah satu variabel dalam menghitung kerugian akibat kebakaran lahan.

Categories
Berita

Demi Like Para Ukhti Bag2

Dia juga bisa pamer foto-foto di Facebook dengan pose keren menyaingi tentara atau anggota Kopassus. Sesederhana itu alasan Akbar kepincut kelompok penyebar teror ini. Kisah Akbar disoroti dalam flm dokumenter Jihad Selfe buatan Noor Huda Ismail. Huda adalah pemerhati terorisme yang sedangmenyelesaikan program PhD di Monash University, Australia. Ketika mengumpulkan bahan penelitian di Kayseri, Turki, ia tanpa sengaja bertemu dengan Akbar di warung kebab. Huda terkejut ketika Akbar menunjukkanchatFacebook-nya yang menunjukkan ia sudah siap menyeberang ke Suriah. Pertemuan dengan Akbar memperkuat teori Huda. Dia berhipotesis bahwa motivasi remaja bergabung dengan ISIS tidaklah serumit dan semengawang mimpi mewujudkan khilafah atau menegakkan ideologi Islam.

Categories
Berita

Demi Like Para Ukhti

Saya luar lihat foto Yazid di Facebook berpose membawa AK- 47, gagah. Banyak ukhti yang like.” Ucapan ringan itu keluar dari mulut Teuku Ak bar Maulana, remaja 17 tahun asal Blang Padang, Aceh. Akbar adalah pelajar sekolah menengah atas yang mendapat beasiswa untuk bersekolah di Turki. Yazid yang dimaksud adalah Yazid Ulwan Falahuddin, senior Akbar di Imam Hatip School. Remaja asal Surabaya itu diketahui bergabung dengan Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS sejak 2013. Belakangan, Yazid dikabarkan telah tewas. Akbar hampir bergabung dengan ISIS karena bujukan Yazid. Dari Yazid, Akbar tahu menjadi anggota ISIS berarti mendapat gaji, bisa makan daging kuda, dan keliling Timur Tengah.

Categories
Berita

Dari Sasando sampai Sitar bag2

Waditra diperkirakan alat musik mirip wina yang berkembang dari instrumen India, bin. Di Malang, waditra diperkirakan dipergunakan pada masa Hindu-Buddha abad ke-10-16. Dwi tak mengetahui pasti kenapa waditra punah tak ditemukan jejaknya. ”Mungkin, saat Islam masuk, tak ada lagi yang memainkannya,” ujarnya. Adapun festival ini melibatkan para musikus yang memainkan alat dawai sebagaimana dalam tradisi dan membawakannya untuk sebuah komposisi modern.

Ganzer dari Nusa Tenggara Timur, bersama kelompok sasandonya, misalnya, menggunakan beberapa sasando—alat musik khas Pulau Rote—untuk sebuah blues. Misbach Daeng Bilok malah membawa alat musik angin sendaren atau sawangan, yang biasa dipasang di layang-layang, untuk menghasilkan bunyi dari embusan angin. ”Sendaren bisa digunakan untuk mengusir hama, ramah lingkungan,” kata pria kelahiran Pulau Selayar, Sulawesi Selatan, ini. Sendaren dimainkan dengan gerak seperti menebas alang-alang dan mendayung.