Categories
Parenting

Tekanan Orangtua Pengaruhi Pola Makan

Ingin si batita tumbuh sehat? Sebaiknya jangan terlalu mengintervensi secara berlebihan pola makannya, demikian menurut riset yang dimuat di jurnal Pediatrics. Riset ini memaparkan, kebanyakan orangtua menciptakan “food pressure” atau tekanan berlebihan soal makanan pada anak-anaknya.

“ lowongan kerja magang ke Jepang untuk SMA/SMK gratis “ upstory

Orangtua dari anak-anak yang overweight cenderung membatasi asupan makanan anaknya apabila sang orangtua sendiri memiliki berat badan berlebihan. Sementara itu, Papa Mama yang memiliki berat badan normal justru cenderung memaksa anaknya (yang juga punya berat badan normal) untuk makan lebih banyak. “Membatasi maupun memaksa makan lebih banyak bukanlah hal yang baik,” kata peneliti Jerica Berge, Asisten Profesor di bidang Kesehatan Keluarga dan Masyarakat dari University of Minnesota Medical School, Minneapolis.

“Ini malah bisa mendorong anak mengadopsi pola makan yang kurang baik. Tak heran bila nantinya anak malah berisiko kelebihan berat badan atau mengalami obesitas,” lanjutnya. Akan lebih baik jika orangtua mengedukasi anak tentang berbagai pilihan makanan sehat yang tersedia di rumah, alih-alih mengontrol berapa banyak yang harus dimakan anak.

Penggunaan Antiseptik Cegah Kematian Bayi

Tindakan membersihkan tali pusat dengan antiseptik pada bayi segera setelah proses kelahiran dapat membantu mencegah inIeksi dan menurunkan angka kematian, demikian menurut riset yang dimuat di Cochrane Library. Bahkan, jenis antiseptik yang umum pun dapat memberikan hasil yang baik, termasuk pada proses kelahiran yang dilakukan di luar rumah sakit.

Manfaat dari menggunakan chlorhexidine untuk membersihkan tali pusat dapat menyelamatkan nyawa bayi baru lahir, terutama di wilayah Asia Tenggara, yang merupakan salah satu dari area penelitian ini,” kata Anju Sinha, pakar dari Indian Council oI Medical Research, New Delhi, ,ndia. 6elama ini chlorhexidine lebih banyak digunakan di rumah sakit untuk mencegah inIeksi bakteri. $ntiseptik ini dapat digunakan dalam bentuk gel, cairan, atau bubuk.

Penglihatan Kabur Bisa Berbahaya

Daya penglihatan tidak setajam biasanya selama kehamilan? Itu sudah biasa. Namun, bila perubahan ini terjadi pada trimester 3, baiknya mamil berkonsultasi dengan dokter. Menurut Dr. Jill Rabin, dokter spesialis obstetri dan ginekologi di Long Island Jewish Medical Center, New Hyde Park, New York, gangguan penglihatan pada trimester akhir bisa merupakan salah satu gejala preeklamsia.

Untuk itu, mamil perlu menjalani pemeriksaan urine guna mengukur tekanan darah serta pemeriksaan mata untuk melihat apakah ada gangguan, misalnya saja pembengkakan pada saraf optik. Menurut studi yang dimuat di New England Journal of Medicine, solusi terbaik yang perlu dijalani apabila mamil dipastikan mengalami preeklamsia adalah bedah sesar untuk melahirkan bayi. Dalam waktu sekitar tiga bulan pascaoperasi, kondisi mata mama biasanya akan kembali normal.

Categories
Parenting

Cara Asyik Mengganti Popok Bayi Bag3

Ceritakan Hal Yang Lucu

Ayo, lakukan stimulasi bicara selagi Mama dan si kecil masuk dalam “permainan mengganti popok”. Caranya, ceritakan apa pun yang terlintas di benak Mama. Atau mungkin kita dapat menciptakan sendiri dongeng. Untuk bayi-bayi yang berusia muda, alunan suara Mama dapat membuatnya merasa tetap tenang (dan mungkin dapat membuatnya berhenti menggeliat).

beasiswa kuliah di Jerman S1 full gratis “ upstory

Sementara untuk bayi yang lebih besar, kita disarankan untuk mengikutkan benda-benda yang berada di sekitarnya (bantal, selimut, boneka, sepatu bayi, dan lainnya) ke dalam cerita. Mama bisa bercerita sambil menunjuk benda-benda tersebut. Jangan lupa ada bagian tertawanya ya, Ma. Dengan begitulah bayi bisa terhibur kemudian akan teralihkan perhatiannya. Dan tambahkan nama si kecil dalam cerita. Sama seperti orang dewasa, bayi akan lebih memberikan perhatian pada waktu mereka mendengar namanya disebutkan.

Beri Bayi Cermin

Entah dia bisa mengenali atau tidak wajah mungil yang balas menatapnya pada cermin, bayi akan tetap sangat menyukai cermin. Itulah alasannya cermin kecil anti-pecah, yang pasti sesuai dengan tangannya yang masih mungil, akan menjadikan waktu ganti popok jadi lebih mengasyikkan baginya, dan untuk Mama juga pastinya. Berikanlah cermin itu padanya sementara Mama melakukan semua yang harus dilakukan. Mama pun akan memberi si kecil pengalih perhatian yang terbaik di sana: wajah paling imut yang tengah tersenyum. Demikian cara asyik mengganti popok bayi yang bisa Mama terapkan dengan mudah dan akan membuat bayi mungil Mama tetap sibuk dan meringankan pekerjaan Mama. Selamat mencoba!

Bila Bayi Mama Pelit Senyum

Refleks tersenyum pada bayi mulai terbentuk memasuki usia 6 minggu. Kemudian di usia 12 minggu, bayi akan lebih banyak tersenyum dan pada usia 6 bulan akan tersenyum pada orang yang paling ia kenal. Tapi, bagaimana kalau bayi 0ama tak kunjung tersenyum. Bila bayi belum tersenyum hingga berusia lebih dari 3 bulan, bisa jadi ada Iaktor biologis yang memengaruhi. 6ebab, sebagian besar bayi setidaknya akan tersenyum kecil bila berada di lingkungan yang dikenalnya atau pada orang atau mainan yang disukainya, kecuali bila ia sedang sakit atau kelelahan, kata David Geller, MD, dokter spesialis anak dari Massachusetts General Hospital.

Categories
Parenting

Fokus Bisnis Dan Keluarga

Tiga tahun “hilang” dari dunia hiburan, pesinetron dan bintang iklan ini ternyata tengah fokus menjaga kuantitas dan kualitas dengan keluarga, selain juga berbisnis. Awal 2015, pemain sinetron “Gadis Pemimpi” ini menjadi kover Babylois Angelina Hardin kembali tampil menjadi kover bersama anak keduanya yang masih berada di dalam perut.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

“Iya, Ange sudah mau punya dede. Sekarang baru usia enam bulan,” ungkap Ismu sambil memperlihatkan (3,5). Sekarang pemilik nama lengkapnakita Ismu Malya Hardin bersama buah hatinya, (32) ini, perut buncitnya. Saat ini Ismu tidak terlalu aktif di dunia hiburan. Alasannya? “Pertama, saya harus mengurus anak yang masih balita. Kedua, saya fokus bisnis tas hasil desain dan produksi sendiri. Ketiga, ingin menjalani kehamilan dengan santai, relaks, dan bisa menyiapkan Ange menjadi calon kakak,” papar istri Leon .hada? Hardin (34) ini.

Menurut Ismu, saat si sulung mau punya adik, ada hal-hal tertentu yang perlu disiapkan supaya di kemudian hari si kakak tidak “bermasalah”. “Kalau biasanya dia bisa nempel pada ibu dan ayahnya setiap saat, setelah dede bayi lahir, si dede yang akan lebih sering nempel pada ibunya. Si kakak bisa saja cemburu, merasa tidak diperhatikan.” Maka dari itu, sejak positif hamil anak kedua ini, Ismu sering mengajak Ange ngobrol tentang si adik.

“Saat perut sudah kelihatan besar, saya kasih tahu, ini adiknya. Saya juga sering mengajaknya memegang perut dan merasakan gerakan di perut.” Pendekatan seperti itu ternyata efektif, karena sekarang Ange bangga sekali punya adik. “Saat papanya mau pegang perut saya, ia tidak memperbolehkan, ‘Ini Adek aku. Papa tidak boleh ganggu.’

Ha ha ha….” Ange juga sudah punya program untuk adiknya. “Katanya, nanti yang gendong dede bayi adalah dirinya, juga yang ngasih makan. Pokoknya, sekarang Ange selalu bersama saya dan dede bayi.” Ange sepertinya sudah tak sabar ingin bertemu dengan adiknya itu. Beberapa hari belakangan ini, gadis cilik itu kerap menanyakan, kapan adiknya akan “keluar”. Karena itulah, Ismu merasa menjadi ibu dan perempuan paling bahagia.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Categories
Parenting

Belajar Bersyukur Bag2

Respons itulah yang menunjukkan ia sedang “menghargai” perhatian yang sudah diberikan orangtuanya. Seiring pertambahan usia dan kemampuan berbahasa yang berkembang pesat, kita bisa meng ajari anak mengucapkan terima kasih saat diberikan sesuatu atau dibantu orang lain. Cara mengajarkan termudah adalah menjadi panutan baginya.

“ lowongan kerja gratis di luar negeri dengan program ausbildung di Jerman untuk lulusan SMA “ sat-jakarta

Saat pasangan membelikan makanan, misal, katakan terima kasih. Begitu pula saat kita mengambilkan anak mainan, minta ia berkata terima kasih. Sama halnya ketika kita meminta bantuan anak untuk mengambilkan sesuatu, ucapkanlah terima kasih. Lama kelamaan, si prasekolah akan terbiasa dengan hal ini. Lalu perkenalkan juga ucapan terima kasih pada hal-hal kecil lainnya yang biasa dilakukan seharihari.

Saat kita sedang kesal karena pekerjaan, begitu di rumah bertemu dan bermain dengan anak, rasa kesal itu lenyap sekejap. Ucapkan terima kasih pada si kecil sambil memeluknya, “Terima kasih ya, Kak, Papa sekarang jadi nggak capek lagi.” Ekspresi perasaan semacam ini akan membantu anak memahami, bahwa kita tak cuma menghargai barang atau mainan yang diberikan orang lain, tetapi juga pada berbagai bentuk perhatian dan tindakan.

Modal Mengasah Empati

Cara lain agar anak belajar menghargai sesuatu adalah dengan meminta bantuan anak melakukan pekerjaan rumah tangga, seperti membereskan mainan, melap meja, menaruh pakaian kotor, mengajak jalan-jalan, memberi makan hewan peliharaan, dan sebagainya. Selalu ada godaan agar kita datang membantu anak menuntaskan “pekerjaannya”, tetapi kita harus menahan diri.

Jika ia kesulit an, biarkan ia mencobanya sendiri atau mencari jalan agar bisa menyelesaikannya. Semakin sering kita membantunya, semakin anak tak menghargai apa yang kita lakukan. “Nanti Mama pasti bantuin aku,” begitu pikir anak. Kalaupun hasilnya berantakan, ya tak apa, yang penting anak sudah mencoba dan ia menyadari bahwa semua hal dan semua tindakan itu perlu usaha. Kemudian, ajaklah anak menyumbang secara berkala.

Dari menyisihkan uang kembalian belanja dan memasukkan ke kotak amal, atau menyumbang pakaian layak pakai dan mainan ke panti asuhan atau kerabat yang membutuhkan. Kembali lagi, ketika anak melihat kita menyumbang seperti itu, anak akan terinspirasi untuk melakukan hal yang sama. Berikutnya, cobalah menahan diri untuk tidak selalu mengabulkan semua permintaan anak, alias berkata “tidak”.

Categories
Parenting

Belajar Bersyukur

Meskipun si prasekolah masih dalam fase egosentris alias mau-maunya sendiri, ia bisa mulai diajarkan untuk bersyukur agar kemampuan empatinya terasah. “Ma, aku mau mobil-mobilan itu!” pinta Rakha, 5 tahun. Astri, Mama Rakha, hanya menggeleng mende ngar permintaan putranya. Bukan apa-apa, hampir setiap bulan Rakha pasti minta dibelikan mainan.

“ tempat untuk kursus bahasa Jerman di Jakarta Selatan terbaik “ sat-jakarta.com

Satu dua kali Astri masih mau membelikan. Namun, lama-kelamaan Astri bersikeras untuk tidak mengabulkannya. Mobil-mobilan hanya dibelikan saat Rakha dianggap berprestasi atau merayakan momen istimewa. Akan tetapi, aturan yang diberlakukan Astri itu kerap gagal, manakala Rakha berhasil merayu papanya, juga eyangnya. Berulang kali Astri mengingatkan, agar jangan terlalu sering membelikan Rakha mainan, tetapi malah ia yang dimarahi.

Eyang Rakha selalu bilang, “Ya kan namanya mau menyenangkan cucu.” Sementara suaminya berkata, “Lo, baru beli minggu lalu ya? Duh, maaf Papa lupa, kirain itu bulan lalu.” Astri khawatir, mainan Rakha kini menumpuk di rumah, sementara Rakha terus dibelikan mainan baru. Padahal, tidak semua mainan itu dimainkan Rakha, malah banyak yang didiamkan begitu saja hingga rusak. Astri ingin sekali Rakha belajar menghargai semua barang yang dibelikan atau diberikan orang padanya.

Belajar Dari Orangtua

Bingung juga ya mengajari anak untuk lebih menghargai barang yang ia punya, bahasa lebih ringkasnya: mengajari anak bersyukur. Apalagi, memang anak prasekolah sedang dalam fase egosentris alias self-centered, kemampuan menilai apa yang terjadi di sekitarnya baru sebatas dari satu perspektif saja. Meskipun demikian, tetaplah penting untuk mengajak anak lebih bersyukur pada apa yang ia miliki, sekalipun konsep ini tampak abstrak baginya.

Meski anak memandang dirinya sebagai pusat dari segala hal, anak sebetulnya tetap bisa menangkap konsep yang kita sampaikan. Pada saat usia anak lebih muda, anak mulai memahami bahwa ia sebetulnya bergantung pada mama papanya, bahwa Mama Papa melakukan hal ini dan itu untuk dirinya. Anak tahu jika ia dan orangtuanya adalah orang yang berbeda, ia adalah individu sendiri. Saat kita bercanda, memeluk, bermain cilukba dengan si kecil, ia akan tertawa merespons pada hal tersebut.

Categories
Parenting

Main Cetak Warna

Bagi anak usia dini, bermain merupakan suatu proses belajar untuk merangsang kecerdasannya: melatih otot-otot, mengeksplorasi dunia sekitar,mengasah indra, menguasai bahasa, bersosialisasi, bernalar, dan mengenal diri sendiri. Banyak permainan mencerdaskan yang sangat menyenangkan untuk anak dan orang tua, yang bisa dilakukan bersama si kecil di rumah. Sempatkan paling tidak 10 menit sehari. No gadget, no TV!

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

PERALATAN Cat poster non-toksik, spons, dan karton PANDUAN BERMAIN 1. Buatlah gambar binatang ukuran besar di atas karton. Untuk membuat bentuk yang sederhana, semisal kura-kura, cukup gambar lingkaran, kemudian beri kepala, kaki dan tangan. 2. Ajarkan pada anak untuk mengisi bidang kosong di punggung kura-kura dengan menggunakan spons yang dicelupkan cat air. Tekan spons hingga meninggalkan bercak pada punggung kura-kura. Lakukan sampai punggung kura-kura terisi penuh dengan warna dan motif tertentu. 3. Selain kura-kura, Mama dan Papa juga bisa membuat gambar sapi atau pohon, kemudian minta anak mengisi bagian-bagiannya dengan cara yang sama. 4. Saat anak asyik bermain, berikan pemahaman dan wawasan tentang apa yang diwarnainya. Misal, apa saja makanannya, di mana tempat hidupnya, bagaimana suaranya dan sebagainya. Selain itu, jelaskan tentang pewarna yang digunakan, bagaimana proses pengeringannya, dan sebagainya. 5. Biarkan imajinasi anak tentang warna berkembang dan jangan dibatasi atau diatur-atur.

Kecerdasan Yang Dikembangkan

? KECERDASAN BAHASA Ada dialog antara orangtua dan anak sehingga kosakata yang dimiliki anak makin bertambah. Minta anak untuk menjelaskan apa yang sedang dilakukan. ? KECERDASAN KINESTETIK JASMANI Mengembangkan kemampuan mo torik halus karena anak harus bisa menekan spons dengan tepat, supa ya catnya tidak meleber ke mana mana. ? KECERDASAN NATURAL Mengembangkan pemahaman tentang basah-kering dan kemampuan memilih warna. Mengembangkan pemahaman tentang cara lain untuk mewarnai selain dengan spidol dan pensil warna seperti yang mungkin dilakukannya selama ini. ? KECERDASAN VISUAL-SPASIAL Dengan memberikan warna pada bidang yang telah disediakan, anak belajar memahami batas “wilayah”, belajar me lihat ukuran besar dan kecil dari suatu bidang.

Sumber : https://eduvita.org/

Categories
Parenting

Rajin Ajak Bicara

Meski bayi belum bisa berkatakata, Mama dan Papa tetap disa rankan untuk mengobrol dengannya. Memang “hanya” akan berupa monolog, tapi manfaatnya besar sebab bayi akan merekam apa yang kita ucapkan, lalu disimpan sebagai memori kata. Suatu saat, memori itu akan meluncur deras ketika si kecil mulai bicara dan membuat kita takjub.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Karena itulah, kita selalu disarankan bicara de ngan kata-kata positif dan menyampaikan pesan-pesan kebaikan. “Kalau su dah besar nanti, Adek jadi anak yang baik, ya. Yang sopan, yang suka menolong….” Buku cerita juga dapat dimanfaatkan untuk mengisi obrolan dengan bayi. Manfaatnya sama, kosakata dari apa yang diceritakan, akan direkam bayi. Pada saat bercerita, gunakan bahasa yang baik, dan peng ucapannya harus benar. Sebab, ucapan kata yang benar itulah yang akan diserap anak. Jadi, jangan dicadelcadelkan, ya Ma. Jangan lupa, Papa juga harus ikut ngobrol dengan bayi.

Seorang papa umumnya bisa memberi nuansa lain saat berkomunikasi de ngan si kecil. Cerita yang disampaikan, misalnya, bisa lebih seru karena Papa bia sanya lebih komikal (lucu). Ini bisa memperkaya wa wasan si kecil tentang cara-cara berkomunikasi. Satu hal lagi, saat mengobrol dengan bayi pun disarankan jangan selalu dalam kamar.

Sesekali, ajak si kecil duduk di teras atau ajak jalan-jalan ke taman sepanjang udara bersih dan nyaman. Tunjukkan berbagai hal menarik di sana. “Lihat itu ada burung…!” atau, “Halo Tante Erna, sepedanya bagus banget. Kapankapan Farhan (sebut nama anak) boleh pinjam, ya.” Dengan selalu mengajak si kecil mengobrol, kita tak hanya berusaha memahami buah hati, namun juga menjalin kelekatan dengannnya.

Perhatikan Respons Si Kecil

Ketika mengajak bayi mengobrol, coba lihat bagaimana responsnya. Beberapa kelainan yang dapat diwaspadai dari ada tidaknya repons dari bayi adalah: ? Kelainan pendengaran. Bila Mama menutup pintu dengan suara keras atau saat lingkungan berisik, bayi tidak kaget/tetap anteng, perlu diwaspadai adanya gangguan pendengaran pada bayi.

? Autisme. Anak dengan autisme biasanya tidak memberi respons pada lingkungan. Karena itulah saat mendengar suara berisik, ia pun bisa tidak terganggu. ? Bisu. Kelainan ini memang agak susah dideteksi, karena bayi belum bisa berbicara. Namun perhatikan saat usianya 7 bulanan, umumnya bayi akan babbling (mengoceh), bila dia tidak melakukan itu sampai 1 tahun, Mama Papa harus segera mengonsultasikannya ke dokter.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Categories
Parenting

Jaga Daya Tahan Tubuh

Tentu Mama juga perlu menjaga daya tahan tubuh. Kalau Mama sakit, meski hanya merasa “tidak enak badan”, sudah bisa menimbulkan stres tersendiri. Nah, agar daya tahan tubuh tetap terjaga, selain berolahraga teratur, Mama juga membutuhkan asupan makanan bergizi seimbang dan cukup istirahat/tidur. Makanan bergizi seimbang, selain dibutuhkan untuk daya tahan tubuh, juga untuk memproduksi ASI.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Tentunya kebutuhan gizi Mama menyusui lebih banyak dibandingkan dengan Mama yang tidak menyusui. Pada enam bulan pertama pasca melahirkan, mama menyusui (usia 19-29 tahun) perlu asupan energi sebesar 2400 Kal per harinya. Begitu pun dengan kebutuhan zat-zat gizi lainnya, mengalami peningkatan selama masa menyusui. Nah, agar tercukupi kebutuhan gizi Mama menyusui, konsumsilah makanan yang bevariasi dan beraneka ragam, terdiri atas zat gizi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

Perhatikan juga asupan cairan mengingat air merupakan komponen utama ASI. Mama menyusui membutuhkan sekitar tiga liter cairan per hari, yang bisa diperoleh dari air minum dan air dalam makanan, semisal kuah sup dan jus buah. Sementara, untuk memenuhi kecukupan istirahat/tidur Mama diperlukan kerja sama dengan pasangan dan pengasuh dalam membagi waktu merawat bayi.

Misalnya, bergantian dengan Papa menjaga bayi di malam hari; meminta pengasuh untuk menggantikan mengasuh bayi kala Mama ingin beristirahat di siang hari. Mama juga bisa memanfaatkan waktu tidur bayi dengan ikut tidur, sehingga ketika bayi bangun, Mama sudah lebih segar. Dengan cukup istirahat/tidur, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan berolahraga rutin, ditambahkan relaksasi, mama akan merasa lebih fit dan bugar sehingga dapat merawat si buah hati dengan lebih baik.

Jangan Pompa Asi Secara Berlebihan

Semakin banyak ASI yang dipompa, semakin banyak juga yang akan diproduksi oleh payudara. Jika Mama terbiasa memompa terlalu banyak dan melebihi yang biasa dikonsumsi oleh bayi, payudara tidak akan kosong secara menyeluruh dan bisa bengkak. Sudah jelas, kondisi bengkak ini pasti tidak terasa nyaman. Yang perlu diwaspadai juga, risiko terjadinya infeksi akibat pembengkakan. “Selain kebiasaan memompa ASI yang tidak tepat, infeksi juga bisa dipengaruhi daya tahan tubuh yang sedang turun. Misalnya, akibat kelelahan jangka panjang atau stres berlebihan,” kata M. Jane Heinig, PhD, konsultan laktasi dan direktur eksekutif di Human Lactation Center, University of California, Davis.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Categories
Parenting

Yang Tak Terasa Pun Perlu Dicermati

Tapi stres yang seperti apa? Setiap orang memiliki daya tahan yang berbeda terhadap tekanan. Ada Mama yang biasa-biasa saja ketika harus bekerja dan mengurus rumah tangga. Padahal ia harus meng hadapi tekanan pekerjaan, macet di jalan, mengasuh anak-anak, dan lainnya. Jika Mama sudah terbiasa dengan tekanan se perti ini lalu dijalani dengan santai, bisa saja masa subur Mama tidak akan terpe ngaruh yang ditandai dengan siklus haidnya yang tetap konsisten.

Baca juga : kursus bahasa Jerman di Jakarta

Tetapi, ada pula Mama yang tak bisa santai, kesibukanyang tidak terlalu padat bisa saja membuatnya sangat tertekan, mudah emosi, tidak sabaran, yang sangat mungkin berimbas pada masa suburnya terganggu. Stres yang mengganggu tingkat kesuburan pun tak hanya datang dari tekanan aktivitas sehari-hari, bisa saja stres yang datang tiba-tiba memicu terjadinya gangguan kesuburan. Misalnya, Mama shock ketika kehilangan hewan peliharaan, meng alami kecelakaan serius, orang yang disayangi meninggal dunia, diberhentikan dari pekerjaan, dan lainnya.

Di saat stres seperti ini bisa membuat cairan di mulut rahim mengalami “masa kering” yang membuat kesuburan Mama terganggu. Berbeda saat tidak stres, dimana saat menjelang ovulasi, area mulut rahim terasa basah. Namun kembali lagi, setiap orang berbeda-beda dalam menghadapi hal ini. Mungkin saja meski ia tertimpa musibah berat namun dia kuat menghadapinya bisa saja kesuburan Mama tidak terganggu dan tetap bisa segera hamil. Bisa juga Mama tak merasakan stres, bisa melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa.

Mungkin saja secara tidak sadar Mama sebenarnya mengalami stres namun karena sudah terbiasa dengan tekanan-tekanan sehingga Mama merasa biasa saja menghadapinya. Atau mungkin keinginan memiliki momongan yang sangat menggebu sementara Tuhan belum mengizinkan memicu stres pada Mama. Meski tidak disadari, stres seperti ini bisa saja mengganggu keseimbangan sistem hormon di dalam tubuh Mama sehingga Mama mengalami gangguan kesuburan. Jika demikian, sebaiknya Mama perlu lebih memahami kondisi dan berkonsultasi ke dokter supaya bisa mendapatkan kehamilan.

Categories
Parenting

Asyiknya Bekerja Sambil Mengurus Anak

Coba, Mama mana yang enggak pengin memiliki kesempatan seperti Icha? Duh, iri banget ya, Ma, mengetahui Icha bisa bekerja sambil mengurus anak. “Iya… Kalau masih sibuk syuting, anak masih kecil. Kapan lagi bisa seperti ini?” ujar bintang iklan ini sambil di- tim nakita. make up duuh sayang, oleh Menurut Icha Nurbani (29), si kecil, Starla Hamida Taojoedin (1,7), yang akrab disapa Lala, masih butuh perhatian sosok ibu yang konkret.

Baca juga : tes toefl Jakarta

Maksudnya, tidak melulu kualitas yang dipentingkan, “Kuantitas intens justru yang akan mengantarkan kualitas baik bagi anakanak seusia Lala,” jelas istri dari Ical Taojoedin (34) ini. “Kalau usaha seperti ini, kan, enak. Kerja bisa, ngurus anak bisa, bahkan main dengan anak pun bisa,” tambah bintang FTV Hidayah ini. Memangnya apa, sih, pekerjaan Icha? “Saya mengurus rumah makan Dapur Sambal di Jagakarsa,” jelasnya. Pantas saja, lama tak terdengar kabar berita artis cantik ini, rupanya sedang sibuk membangun bisnis kuliner.

Tapi, diakui Icha, adakalanya dirinya tak bisa memegang langsung sang anak, yakni ketika sedang bekerja di dapur, saat menghadapi tamu/klien, ataupun kala menghitung uang. Maka dari itu, Icha tetap memerlukan bantuan jasa babysitter. “Saya menggunakan jasa babysitter hanya sebatas mewakili mendampingi dan mengurus Lala saat saya tidak memungkinkan untuk turun tangan langsung. Itu pun tidak boleh jauh-jauh dari mata saya karena saya punya trauma tersendiri dengan babysitter. Duuuh, amit-amit, deh, kejadian lagi!” papar Icha.

Itu sebab, demi keamanan si kecil, Icha melengkapi rumahnya dengan CCTV yang terkoneksi langsung ke gadget-nya. Make up selesai, pemotretan pun dimulai. “Wuiih, enaknya Rimba Baca ini, taman bacaan yang konsepnya play ground. Hi hi… seru!” ujar Icha mengomentari lokasi pemotretan. “Pantesan tadi Lala asyik di luar, tidak nimbrung saya saat di-make up. Biasanya, euuh… nempel!” Imbuhnya.

Icha lantas menjelaskan kalau Lala sangat senang dengan suasana seperti di Rimba Baca: luas, ada boneka, ada tempat eksplorasi, juga banyak buku anak. “Mudah-mudahan motret-nya enggak susah yaa… Yuk, kita mulai, mumpung Lala masih segar.” Benar saja, saat pemotretan berlangsung, baik untuk cover apalagi aktivitas, Lala kooperatif dan menggemaskan. Kalaupun ada sedikit kehebohan, karena dia ingin bereksplorasi dengan buku dan mainan yang ada di hadapannya. Yaa… maklumlah, namanya juga anak-anak. Betul, kan, Mam?

Sumber : pascal-edu.com