Categories
Parenting

Rajin Ajak Bicara

Meski bayi belum bisa berkatakata, Mama dan Papa tetap disa rankan untuk mengobrol dengannya. Memang “hanya” akan berupa monolog, tapi manfaatnya besar sebab bayi akan merekam apa yang kita ucapkan, lalu disimpan sebagai memori kata. Suatu saat, memori itu akan meluncur deras ketika si kecil mulai bicara dan membuat kita takjub.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Karena itulah, kita selalu disarankan bicara de ngan kata-kata positif dan menyampaikan pesan-pesan kebaikan. “Kalau su dah besar nanti, Adek jadi anak yang baik, ya. Yang sopan, yang suka menolong….” Buku cerita juga dapat dimanfaatkan untuk mengisi obrolan dengan bayi. Manfaatnya sama, kosakata dari apa yang diceritakan, akan direkam bayi. Pada saat bercerita, gunakan bahasa yang baik, dan peng ucapannya harus benar. Sebab, ucapan kata yang benar itulah yang akan diserap anak. Jadi, jangan dicadelcadelkan, ya Ma. Jangan lupa, Papa juga harus ikut ngobrol dengan bayi.

Seorang papa umumnya bisa memberi nuansa lain saat berkomunikasi de ngan si kecil. Cerita yang disampaikan, misalnya, bisa lebih seru karena Papa bia sanya lebih komikal (lucu). Ini bisa memperkaya wa wasan si kecil tentang cara-cara berkomunikasi. Satu hal lagi, saat mengobrol dengan bayi pun disarankan jangan selalu dalam kamar.

Sesekali, ajak si kecil duduk di teras atau ajak jalan-jalan ke taman sepanjang udara bersih dan nyaman. Tunjukkan berbagai hal menarik di sana. “Lihat itu ada burung…!” atau, “Halo Tante Erna, sepedanya bagus banget. Kapankapan Farhan (sebut nama anak) boleh pinjam, ya.” Dengan selalu mengajak si kecil mengobrol, kita tak hanya berusaha memahami buah hati, namun juga menjalin kelekatan dengannnya.

Perhatikan Respons Si Kecil

Ketika mengajak bayi mengobrol, coba lihat bagaimana responsnya. Beberapa kelainan yang dapat diwaspadai dari ada tidaknya repons dari bayi adalah: ? Kelainan pendengaran. Bila Mama menutup pintu dengan suara keras atau saat lingkungan berisik, bayi tidak kaget/tetap anteng, perlu diwaspadai adanya gangguan pendengaran pada bayi.

? Autisme. Anak dengan autisme biasanya tidak memberi respons pada lingkungan. Karena itulah saat mendengar suara berisik, ia pun bisa tidak terganggu. ? Bisu. Kelainan ini memang agak susah dideteksi, karena bayi belum bisa berbicara. Namun perhatikan saat usianya 7 bulanan, umumnya bayi akan babbling (mengoceh), bila dia tidak melakukan itu sampai 1 tahun, Mama Papa harus segera mengonsultasikannya ke dokter.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Categories
Parenting

Jaga Daya Tahan Tubuh

Tentu Mama juga perlu menjaga daya tahan tubuh. Kalau Mama sakit, meski hanya merasa “tidak enak badan”, sudah bisa menimbulkan stres tersendiri. Nah, agar daya tahan tubuh tetap terjaga, selain berolahraga teratur, Mama juga membutuhkan asupan makanan bergizi seimbang dan cukup istirahat/tidur. Makanan bergizi seimbang, selain dibutuhkan untuk daya tahan tubuh, juga untuk memproduksi ASI.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Tentunya kebutuhan gizi Mama menyusui lebih banyak dibandingkan dengan Mama yang tidak menyusui. Pada enam bulan pertama pasca melahirkan, mama menyusui (usia 19-29 tahun) perlu asupan energi sebesar 2400 Kal per harinya. Begitu pun dengan kebutuhan zat-zat gizi lainnya, mengalami peningkatan selama masa menyusui. Nah, agar tercukupi kebutuhan gizi Mama menyusui, konsumsilah makanan yang bevariasi dan beraneka ragam, terdiri atas zat gizi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

Perhatikan juga asupan cairan mengingat air merupakan komponen utama ASI. Mama menyusui membutuhkan sekitar tiga liter cairan per hari, yang bisa diperoleh dari air minum dan air dalam makanan, semisal kuah sup dan jus buah. Sementara, untuk memenuhi kecukupan istirahat/tidur Mama diperlukan kerja sama dengan pasangan dan pengasuh dalam membagi waktu merawat bayi.

Misalnya, bergantian dengan Papa menjaga bayi di malam hari; meminta pengasuh untuk menggantikan mengasuh bayi kala Mama ingin beristirahat di siang hari. Mama juga bisa memanfaatkan waktu tidur bayi dengan ikut tidur, sehingga ketika bayi bangun, Mama sudah lebih segar. Dengan cukup istirahat/tidur, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan berolahraga rutin, ditambahkan relaksasi, mama akan merasa lebih fit dan bugar sehingga dapat merawat si buah hati dengan lebih baik.

Jangan Pompa Asi Secara Berlebihan

Semakin banyak ASI yang dipompa, semakin banyak juga yang akan diproduksi oleh payudara. Jika Mama terbiasa memompa terlalu banyak dan melebihi yang biasa dikonsumsi oleh bayi, payudara tidak akan kosong secara menyeluruh dan bisa bengkak. Sudah jelas, kondisi bengkak ini pasti tidak terasa nyaman. Yang perlu diwaspadai juga, risiko terjadinya infeksi akibat pembengkakan. “Selain kebiasaan memompa ASI yang tidak tepat, infeksi juga bisa dipengaruhi daya tahan tubuh yang sedang turun. Misalnya, akibat kelelahan jangka panjang atau stres berlebihan,” kata M. Jane Heinig, PhD, konsultan laktasi dan direktur eksekutif di Human Lactation Center, University of California, Davis.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Categories
Parenting

Yang Tak Terasa Pun Perlu Dicermati

Tapi stres yang seperti apa? Setiap orang memiliki daya tahan yang berbeda terhadap tekanan. Ada Mama yang biasa-biasa saja ketika harus bekerja dan mengurus rumah tangga. Padahal ia harus meng hadapi tekanan pekerjaan, macet di jalan, mengasuh anak-anak, dan lainnya. Jika Mama sudah terbiasa dengan tekanan se perti ini lalu dijalani dengan santai, bisa saja masa subur Mama tidak akan terpe ngaruh yang ditandai dengan siklus haidnya yang tetap konsisten.

Baca juga : kursus bahasa Jerman di Jakarta

Tetapi, ada pula Mama yang tak bisa santai, kesibukanyang tidak terlalu padat bisa saja membuatnya sangat tertekan, mudah emosi, tidak sabaran, yang sangat mungkin berimbas pada masa suburnya terganggu. Stres yang mengganggu tingkat kesuburan pun tak hanya datang dari tekanan aktivitas sehari-hari, bisa saja stres yang datang tiba-tiba memicu terjadinya gangguan kesuburan. Misalnya, Mama shock ketika kehilangan hewan peliharaan, meng alami kecelakaan serius, orang yang disayangi meninggal dunia, diberhentikan dari pekerjaan, dan lainnya.

Di saat stres seperti ini bisa membuat cairan di mulut rahim mengalami “masa kering” yang membuat kesuburan Mama terganggu. Berbeda saat tidak stres, dimana saat menjelang ovulasi, area mulut rahim terasa basah. Namun kembali lagi, setiap orang berbeda-beda dalam menghadapi hal ini. Mungkin saja meski ia tertimpa musibah berat namun dia kuat menghadapinya bisa saja kesuburan Mama tidak terganggu dan tetap bisa segera hamil. Bisa juga Mama tak merasakan stres, bisa melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa.

Mungkin saja secara tidak sadar Mama sebenarnya mengalami stres namun karena sudah terbiasa dengan tekanan-tekanan sehingga Mama merasa biasa saja menghadapinya. Atau mungkin keinginan memiliki momongan yang sangat menggebu sementara Tuhan belum mengizinkan memicu stres pada Mama. Meski tidak disadari, stres seperti ini bisa saja mengganggu keseimbangan sistem hormon di dalam tubuh Mama sehingga Mama mengalami gangguan kesuburan. Jika demikian, sebaiknya Mama perlu lebih memahami kondisi dan berkonsultasi ke dokter supaya bisa mendapatkan kehamilan.

Categories
Parenting

Asyiknya Bekerja Sambil Mengurus Anak

Coba, Mama mana yang enggak pengin memiliki kesempatan seperti Icha? Duh, iri banget ya, Ma, mengetahui Icha bisa bekerja sambil mengurus anak. “Iya… Kalau masih sibuk syuting, anak masih kecil. Kapan lagi bisa seperti ini?” ujar bintang iklan ini sambil di- tim nakita. make up duuh sayang, oleh Menurut Icha Nurbani (29), si kecil, Starla Hamida Taojoedin (1,7), yang akrab disapa Lala, masih butuh perhatian sosok ibu yang konkret.

Baca juga : tes toefl Jakarta

Maksudnya, tidak melulu kualitas yang dipentingkan, “Kuantitas intens justru yang akan mengantarkan kualitas baik bagi anakanak seusia Lala,” jelas istri dari Ical Taojoedin (34) ini. “Kalau usaha seperti ini, kan, enak. Kerja bisa, ngurus anak bisa, bahkan main dengan anak pun bisa,” tambah bintang FTV Hidayah ini. Memangnya apa, sih, pekerjaan Icha? “Saya mengurus rumah makan Dapur Sambal di Jagakarsa,” jelasnya. Pantas saja, lama tak terdengar kabar berita artis cantik ini, rupanya sedang sibuk membangun bisnis kuliner.

Tapi, diakui Icha, adakalanya dirinya tak bisa memegang langsung sang anak, yakni ketika sedang bekerja di dapur, saat menghadapi tamu/klien, ataupun kala menghitung uang. Maka dari itu, Icha tetap memerlukan bantuan jasa babysitter. “Saya menggunakan jasa babysitter hanya sebatas mewakili mendampingi dan mengurus Lala saat saya tidak memungkinkan untuk turun tangan langsung. Itu pun tidak boleh jauh-jauh dari mata saya karena saya punya trauma tersendiri dengan babysitter. Duuuh, amit-amit, deh, kejadian lagi!” papar Icha.

Itu sebab, demi keamanan si kecil, Icha melengkapi rumahnya dengan CCTV yang terkoneksi langsung ke gadget-nya. Make up selesai, pemotretan pun dimulai. “Wuiih, enaknya Rimba Baca ini, taman bacaan yang konsepnya play ground. Hi hi… seru!” ujar Icha mengomentari lokasi pemotretan. “Pantesan tadi Lala asyik di luar, tidak nimbrung saya saat di-make up. Biasanya, euuh… nempel!” Imbuhnya.

Icha lantas menjelaskan kalau Lala sangat senang dengan suasana seperti di Rimba Baca: luas, ada boneka, ada tempat eksplorasi, juga banyak buku anak. “Mudah-mudahan motret-nya enggak susah yaa… Yuk, kita mulai, mumpung Lala masih segar.” Benar saja, saat pemotretan berlangsung, baik untuk cover apalagi aktivitas, Lala kooperatif dan menggemaskan. Kalaupun ada sedikit kehebohan, karena dia ingin bereksplorasi dengan buku dan mainan yang ada di hadapannya. Yaa… maklumlah, namanya juga anak-anak. Betul, kan, Mam?

Sumber : pascal-edu.com