Olahan Tepat Hilangkan Kesan Padat

Pekerjaan menuntut pasangan muda Pramudia Utama Sofyan (28) dan Senni Tamara (26) berpindah dari ibukota ke kota Bogor pada akhir tahun 2012. Di rumah mungil yang sejuk dan asri inilah mereka merajut keharmonisan keluarga kecil, bersama sang buah hati yang baru beranjak setahun, Kylie Shohreh Soofy. Namun, pekerjaan juga yang pada akhirnya memaksa mereka menjual rumah di kawasan Rancamaya Bogor ini untuk pindah ke pusat kota Bogor yang lebih dekat dengan kantor Pram, sang suami. Sebelum berpisah dengan rumah ini, Pram dan Senni berbagi inspirasi tentang rumah mungil mereka.

Membangun Ruang servis

Hujan sedang turun membawa udara sejuk di kediaman Pram dan Senni. Begitu menjejakkan kaki ke ruang keluarga, udara luar yang sejuk ini terbawa ke dalam rumah berkat langit-langit yang tinggi. Didukung oleh suasana serbaputih dan bentuk ruang utama yang minim sekat, rumah ini tetap terasa plong meski bangunannya hanya berluas 100m².

Secara umum, terdapat dua area utama yang memisahkan fungsi ruangan di dalam rumah. Area depan terdiri dari ruang keluarga, ruang bermain anak, ruang tidur utama, dan ruang tidur tamu. Sedangkan area belakang terdiri dari dapur, ruang makan, dan ruang servis. Area ini semula merupakan area taman, yang dirancang dan direnovasi sendiri oleh Pram dan Senni untuk memperoleh area ekstra, yang dibuat menjadi area servis. “Semuanya dilakukan sendiri, dari mencari ide, merancang, sampai renovasi. Kami jadi bisa menggunakan berbagai ide, misalnya memanfaatkan atap yang tinggi jadi gudang,” tutur Senni.

Dominasi Putih Beraksen Cerah

Menguatkan teori tentang warna muda sebagai pencipta efek luas, pasangan ini memilih putih sebagai warna utama di dalam rumah. Warna ini diaplikasikan ke dalam berbagai aspek ruangan, dari dinding, plafon, furnitur, hingga soft furnishing. Untuk menghadirkan sentuhan kehidupan sekaligus penanda fungsi ruangan, warna aksen digunakan pada masing-masing ruangan. “Warna-warna aksen seperti merah pada ruang keluarga dan hijau pada dapur, kami gunakan supaya ada atmosfer baru pada masing-masing ruangan,” Senni menjelaskan.

Warna aksen ini diaplikasikan pada aksesori ruangan dan furnitur, dengan komposisi yang pas, sehingga tak mendominasi ruangan. Didukung dengan pemilihan furnitur yang sesuai dengan selera Pram dan Senni, rumah ini tampil lebih personal dan fungsional, tanpa kehilangan unsur estetikanya. Dengan pengolahan yang tepat, hunian mungil ini dapat tampil lebih luas dan mampu memenuhi segala kebutuhan penghuni dengan baik.

Agar kenyamanan rumah bisa tetap terjaga perlu adanya sebuah genset sebagai sumber listrik alternatif. Merk genset yang berkualitas adalah genset Yanmar, Harga genset Yanmar murah bisa didapatkan melalui Suplier resmi genset Yanmar 1000 Kva Jakarta.

Kenyamanan Terpenuhi di Lahan Mini

Sempit belum tentu sumpek. Dengan bukaan yang cukup dan rancangan plafon yang tinggi, udara dapat berganti dengan leluasa. ruangan pun terasa lapang dan lega. Gersang dan panas. Dua hal inilah yang rasakan saat berkunjung ke kota Cilegon, beberapa saat lalu. Tak heran. Kota yang berada di bawah otoritas Provinsi Banten ini memang dikenal sebagai wilayah industri. Beberapa pabrik besar mulai dari industri dalam negeri hingga mancanegara mulai memenuhi belahan barat kota Cilegon.

Namun, hal berbeda kami rasakan ketika memasuki bangunan hunian di bilangan Kramatwatu ini. Ruang keluarga bernuansa putih, krem, dan cokelat menyambut kedatangan kami. Meskipun bangunan ini tak terbilang besar—hanya memiliki luas tanah 144m2—rumah tersebut tak terasa sumpek sama sekali.

Tips sederhana agar kenyamanan rumah tetap terjaga meskipun sedang terjadi pemadaman listrik ialah dengan menggunakan genset. Untuk mendapatkan harga genset yang murah bisa membelinya pada Distributor jual genset Cummins 1000 Kva Jakarta.

Relaksasi dalam Rumah

Kesan rileks adalah konsep hunian yang ingin dicapai di rumah contoh Citra Garden BMW ini. Bangunan satu lantai tersebut didominasi warna-warna yang “nyaman” dilihat mata, seperti warna putih dan cokelat. Contohnya saja, ruang keluarga. Dinding berwarna krem, dihiasi furnitur-furnitur berwarna cokelat tua. Bahkan, aksesori interiornya pun memiliki warna yang senada, seperti lukisan dengan warna dominan cokelat, lampu gantung putih, dan tirai cokelat muda. Kehangatan dan keakrabanlah yang kami rasakan dalam ruangan ini.

Interior ruang makan pun menunjang kesan rileks dalam rumah ini. Warna-warna “ramah” masih mendominasi ruangan ini. Kursi-kursi putih berkaki kayu, mengelilingi meja makan bermaterial serupa. Sebagai pelengkap, lampu berkap putih menggantung apik tepat di pertengahan ruang makan tersebut. Dua artwork fotografi menempel rapi di dinding, sebagai aksen “pemanis”. Begitu pula dengan ruang tidur. Ruang tidur utama dihiasi oleh warna-warna gradasi putih menuju cokelat, mulai pelapis dinding, furnitur, hingga aksesori. Warna cokelat tua pada karpet menjadi aksen kuat bagi ruangan seluas 12m² tersebut.

Siasat Anti-sumpek

Masalah yang sering dialami para penghuni rumah mungil adalah sumpek. Dalam bangunan satu lantai ini, terdapat 2 jurus jitu untuk mengatasinya: sirkulasi udara yang baik dan pemilihan warna yang tepat. Siasat pertama adalah memperlancar peredaran udara dalam rumah. Plafon tinggi, merupakan salah satu alasannya. Jarak lantai ke langit-langit pun lebih dari 3m. Bukaan besar dan tinggi yang ada di dinding terdepan, membuat sirkulasi udara lancar.

Alhasil, suhu di dalam rumah pun sejuk dan nyaman. Jurus kedua adalah menyiasati sempitnya ruang dengan penggunaan warna-warna muda. Contohnya, aplikasi warna putih dan krem muda yang dapat memberi kesan lega, baik dari warna dinding, lantai, ataupun furniturnya. Dengan 2 siasat tersebut, kesan sumpek sama sekali tak terasa di rumah mungil ini.