Deluxe M555 Mouse Gaming ramping dan Proporsional

Untuk perangkat mouse, Delux menye diakan berbagai jenis pilihan sesuai ­ kebutuhan, baik kebutuhan standar maupun gaming. M555 adalah salah satu jajaran produknya yang termasuk ke dalam kategori gaming. Hal tersebut bisa terlihat dari desainnya yang garang berbalut warna hitam. Posturnya yang terlihat “kurus” justru menjadikannya sebagai mouse gaming yang ergonomis. Mouse ini menyediakan tujuh tombol dengan tata letak standar yang fungsinya bisa diatur setelah memasang drivernya.

Di bagian punggungnya terdapat logo Delux yang dapat menyala dengan tiga warna berbeda yang berfungsi sebagai indikator DPI. Selain memiliki grip di area ibu jari, mouse ini memiliki grip tambahan untuk jari kelingking sehingga sangat nyaman digunakan. Saat bermain game, akurasi tangan penggunanya dijamin akan meningkat berkat bobot mouse yang proporsional. Meski bukan termasuk jenis mouse ambidextrous, Delux M555 tetap cocok untuk pengguna dengan ukuran tangan besar maupun kecil.

Corsair Raptor LM3 Feature Sederhana Dari Merek Ternama

Untuk segmen gaming, Corsair menye diakan beragam produk dengan na­­ ma Raptor. Berdasarkan klasifikasi, Corsair Raptor LM3 termasuk ke dalam kelas entry­level. Hal ini terlihat dari keterbatas an feature yang ditawarkan. Padahal, bia sanya produsen sekelas Corsair tidak pernah setengah­setengah mengembangkan produk seri Raptor. LM3 mendukung tingkat sensitivitas hingga 2400 dpi yang dapat diatur melalui tombol yang terletak di belakang tombol scroll. Cahaya LED berwarna merah, biru, dan ungu menjadi indikator saat mengatur tingkat sensitivitas.

Juga terdapat LED berwarna merah pada bagian tengahnya yang membuat mouse ini terlihat keren saat menyala dalam gelap. Secara total, mouse ini hanya memiliki enam buah tombol dengan fungsi standar atau default. Di balik keterbatasannya, mouse ini memiliki harga yang cukup kompetitif dibanding produk lainnya yang sekelas. Hal ini menjadikan Corsair Raptor LM3 sebagai solusi bagi Anda yang membutuhkan mouse gaming dengan dana terbatas.

Industri Grafis: Teknologi Tinggi, Harga Selangit

Ada dua hal menarik dari teknologi grafis yang patut ditunggu. Ada hardware de ngan harga selangit, ada pula software de ngan teknologi tertinggi. Mereka adalah AMd Radeon R9 295 X2 dan NVidiA GTX Titan Z, serta Microsoft directX 12. Baik GTX Titan Z maupun R9 295 X2 adalah graphics card monster yang membawa GpU dengan kasta tertinggi di dalamnya. Tak hanya satu, tapi sekaligus dua GpU kembar terbaik saat ini dari masingmasing kubu. Selain kemampuannya yang dahsyat, kedua graphics card monster ini juga memiliki banderol yang menyeramkan! R9 295 X2 dikabarkan memiliki harga retail US$1.500, sedangkan GTX Titan Z lebih mahal dua kali lipat, yakni US$3.000. di atas kertas, dapat dipastikan game seberat apapun bisa dilahap dengan mudah.

Sementara hardware GpU terus berkembang, software pendukungnya juga tak mau kalah. April lalu, Microsoft telah mengumumkan rencana mereka untuk segera hadirkan directX 12. Versi tertinggi ini sudah diumumkan pada ajang Gdc di San Francisco dengan mendemokan game Xbox berjudul Forza menggunakan pc dengan GpU GTX Titan. directX 12 ternyata tak hanya dirancang untuk berjalan pada pc, karena sederet perangkat seperti Xbox one, tablet, hingga smartphone juga turut kebagian.

Kombo Interface USB dan Micro USB

Flash disk bernama ADATA UD320 ini mengawinkan interface USB dan micro USB yang digunakan oleh hampir seluruh gadget dan smartphone saat ini. Koneksi USB OTG (On­the­Go) yang disematkan bisa dikatakan sebuah inovasi di kelas flash disk. Kecepatan koneksi USB 2.0 yang dimilikinya dirasa sudah mencukupi mengingat seluruh smartphone atau tablet saat ini belum optimal untuk USB 3.0. Keistimewaan UD320 yaitu memiliki dimensi ekstra mungil dengan kapasitas penyimpanan yang sangat besar, yaitu 32 GB. Saking mungilnya, CHIP justru mengira produk ini adalah penerima sinyal (receiver) Bluetooth. Dalam hal performa, UD320 mampu menulis dengan speed 16 MB per detik dan membaca 26 MB per detik, baik saat diuji menggunakan ATTO maupun Crystal DiskMark. Sementara pengujian PCMark 7 menghasilkan skor 500. Pengujian terakhir, File Copy Test 1 GB, membutuhkan waktu dua menit untuk kecepatan menulis dan 40 detik untuk kecepatan membaca.