Latihan Keras, Anak Menjadi Luar Biasa

Ya, untuk menjadi luar biasa harus ada latihan yang luar biasa pula. Jangan sia-siakan bakat besar anak. Namanya Yoga, usianya baru 12 tahun, pandai sekali menyanyikan lagu dangdut. Cengkok suaranya pun sangat enak didengar seolah ia sudah menjadi penyanyi dangdut puluhan tahun. Para juri sebuah ajang adu bakat di televisi pun dibuat terpesona oleh suara Yoga. Lain hal dengan Sandrina, di usia 10 tahun, kemampuan melenggak lenggoknya mengundang decak kagum banyak orang. Begitu tegas, ajek, juga gemulai, bergantung pada kebutuhan gerak dari jenis tari yang ia mainkan.

Bakatnya sungguh luar biasa, tak heran jika ia mampu menjuarai ajang adu bakat di televisi mengalahkan peserta yang usianya jauh di atasnya. Begitu pun dengan Tristan Alif Naufal, di usia 7 tahun telah menggegerkan dunia maya. Kemampuan mengolah bola yang diunduh ke Youtube membuat banyak orang berdecak kagum, termasuk Pep Guardiola yang saat itu menjadi pelatih di klub sepak bola Barcelona. Bakat bermain sepak bola yang luarbiasa ini membawa Alif ke Belanda untuk berlatih di sekolah sepak bola Ajax Amsterdam.

Cermati Bakat Anak

Setiap anak tentu punya bakat masing-masing. Ada yang pandai bernyanyi, menari, sepak bola, beladiri, melukis, mengarang, ataupun menjadi presenter karena kemampuan berbicaranya yang sangat baik. Umumnya, bakat mengacu pada keterampilan, seperti: keterampilan motorik, berupa karya yang secara kasat mata bisa dilihat oleh orang lain. Sandrina, misal, kepandaiannya melenggak-lenggok ditunjukkan lewat gerak ­ sik yang membuat orang lain tahu bahwa bakat menarinya luar biasa.

Umumnya, anak yang berbakat besar di salah satu bidang tertentu, minatnya jauh lebih besar dibandingkan anak yang bakatnya rendah. Seperti Alif, setiap hari pasti bermain bola, ia pun memiliki koleksi bola yang sangat banyak. Memang, tidak juga selamanya demikian, beberapa anak yang berbakat di bidang tertentu ternyata minatnya rendah sehingga tugas orangtualah untuk memotivasi dan mengarahkan. Bagaimanapun, bakat besar yang dimiliki anak tidak boleh disia-siakan. Kita perlu mendukung dan memfasilitasi supaya bakatnya tumbuh lebih besar lagi.

Begitu pun dengan anak-anak yang sesungguhnya berbakat besar, namun bakat tersebut tidak mencuat ke permukaan. Anak-anak yang seperti ini butuh pancingan, arahan, dan penggalian supaya bakatnya terlihat. Orangtua pun harus berusaha mencermati bakat dan potensi yang dimiliki anak. Umumnya, anak yang berbakat memiliki kemampuan menguasai sesuatu lebih cepat dibandingkan anak lainnya. Anak yang berbakat dalam bidang linguistik atau bahasa, misal, biasanya ia bisa meniru perkataan orang lain lebih cepat.

Berikut ini adalah informasi penting yang bisa mama dan papa jadikan referensi. Tempat terbaik kursus IELTS di Jakarta untuk persiapan anak yang akan menghadapi tes IELTS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *