Categories
Berita

Modal Besar Menyeret Pembakar Bag4

”Kami pelajari apa saja kelemahan dalam gugatan itu,” kata Ragil. Menurut Ragil, Kementerian Lingkungan Hidup sudah mengantongi bukti yang memberatkan National Sago sejak akhir Maret 2014. Waktu itu tim Kementerian ”membonceng” Kepolisian Daerah Riau yang turun ke kebun sagu National Sago di Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kepulauan Meranti. ”Kami datang bersama polisi agar akses datanya lebih mudah,” ucap Ragil. Tim Kementerian waktu itu mengambil contoh tanah yang terbakar di lahan sagu seluas 21.418 hektare tersebut. Kementerian lalu meminta dua ahli dari Laboratorium Kebakaran Lahan dan Hutan Institut Pertanian Bogor, Bambang Hero Sarjono dan Basuki Wasis, untuk memeriksa sampel tanah tersebut. Menurut Bambang Hero, hasil tes laboratorium tentang derajat kerusakan tanah menjadi salah satu variabel dalam menghitung kerugian akibat kebakaran lahan.

Categories
Teknologi

Kreatif dan Belajar Hidup dengan Pendidikan STEM bersama autotrade gold

Kreatif dan Belajar Hidup dengan Pendidikan STEM bersama autotrade gold

Di masa depan, kebutuhan akan tenaga kerja yang mampu menyelesaikan masalah dengan menciptakan solusi yang diperoleh dari pemahaman berbagai disiplin ilmu kian dibutuhkan. “Di Indonesia saat ini banyak rekan-rekan sa ya yang duduk di HRD kesulitan mencari tenaga kerja yang berkualitas. Sementara di luar sana, masih banyak sarjana-sarjana yang menganggur.

Mesti ada yang salahdengan pendidikan kita,” tutur Ainun Chomsun, salah satu pengamat pendidikan dan penggerak aksi sosial pendidikan, Akademi Berbagi. Keprihatinan lain datang dari Nenny Soemawinata, Managing Director Putera Sampoerna Foundation-PSF, yang menyatakan bahwa Indonesia kekurangan tenaga manajerial yang andal. Menurutnya, berdasarkan penelitian Boston Consulting Group, pada 2020 negara ini akan kekurangan 40 sampai 60% tenaga kerja untuk mengisi posisi manajerial menengah dan 55% tenaga administrasi terampil. Dikhawatirkan, dengan dibukanya keran ekonomi terbuka, posisi-posisi ini akan diisi oleh tenaga kerja ahli asing.

Salah satu kelemahan anak didik di Indonesia menurut Nenny, adalah kurang mampunya menyelesaikan masalah dan berpikir logis dan sistematis. Mendukung pernyataan ini, Ainun lantas menceritakan bagaimana ketika ia bekerja di sebuah perusahaan iklan dengan manajer asing. Menurutnya, meski bekerja di perusahaan kreatif, namun bosnya tetap menerapkan deadline ketat dan menyusun cara kerja yang runut dan sistematis. Pelaporan pun dibuat rutin. “Laporan saya sering kali dikembalikan karena cara penulisannya yang tidak to the point,” paparnnya. Selain itu, berdasarkan data BPS pada 2010, Indonesia hanya memiliki 22,1 juta tenaga kerja terampil dan 6,5 juta tenaga ahli.

Padahal pada 2030 Indonesia diprediksi menjadi ekonomi ketujuh terbesar di dunia. Dengan demikian, menurut McKinsey Global Institute, Indonesia membutuhkan 113 juta pekerja yang memiliki keahlian dan keterampilan. Untuk mengejar ketertinggalan ini, Nenny menyebutkan bahwa pendidikan yang menekankan pada STEM (Science, Technology, Engineering, dan Mathematics) bisa menjadi solusi. Pendidikan STEM bisa membentuk siswa untuk bisa berpikir kritis, logis, dan sistematis seperti diungkap M. Ikhlasus Amal (Peneliti Pusat Penelitian Metalurgi dan Material LIPI). Nenny juga menambahkan bahwa STEM pun dapat mengasah soft skill siswa untuk mampu memecahkan masalah dan mengasah pemikiran kritis.

Sedikit mengherankan memang, mengapa ilmu eksakta yang begitu kental dalam pendidikan STEM bisa membangkitkan pemikiran kritis dan kreatif siswa? Padahal selama ini ilmu eksakta dipersepsikan kaku dan membuat siswa berpikir linier. David Steel (Executive Vice President of Samsung Electronics America) menjelaskan bahwa kesalahan terletak pada metode pengajarannya. “Para guru kesulitan untuk meletakkan dasar ilmu science atau matematika jika hanya mengguanakan kurikulum pemerintah. Anak-anak hanya mempelajari science dan matematika di kelas. Cuma dengan menghapal dan sulit mencari koneksi antar mata pelajaran itu,” terangnya.

Sumber ; autotradgold.space

Categories
Berita

Demi Like Para Ukhti Bag2

Dia juga bisa pamer foto-foto di Facebook dengan pose keren menyaingi tentara atau anggota Kopassus. Sesederhana itu alasan Akbar kepincut kelompok penyebar teror ini. Kisah Akbar disoroti dalam flm dokumenter Jihad Selfe buatan Noor Huda Ismail. Huda adalah pemerhati terorisme yang sedangmenyelesaikan program PhD di Monash University, Australia. Ketika mengumpulkan bahan penelitian di Kayseri, Turki, ia tanpa sengaja bertemu dengan Akbar di warung kebab. Huda terkejut ketika Akbar menunjukkanchatFacebook-nya yang menunjukkan ia sudah siap menyeberang ke Suriah. Pertemuan dengan Akbar memperkuat teori Huda. Dia berhipotesis bahwa motivasi remaja bergabung dengan ISIS tidaklah serumit dan semengawang mimpi mewujudkan khilafah atau menegakkan ideologi Islam.

Categories
Berita

Demi Like Para Ukhti

Saya luar lihat foto Yazid di Facebook berpose membawa AK- 47, gagah. Banyak ukhti yang like.” Ucapan ringan itu keluar dari mulut Teuku Ak bar Maulana, remaja 17 tahun asal Blang Padang, Aceh. Akbar adalah pelajar sekolah menengah atas yang mendapat beasiswa untuk bersekolah di Turki. Yazid yang dimaksud adalah Yazid Ulwan Falahuddin, senior Akbar di Imam Hatip School. Remaja asal Surabaya itu diketahui bergabung dengan Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS sejak 2013. Belakangan, Yazid dikabarkan telah tewas. Akbar hampir bergabung dengan ISIS karena bujukan Yazid. Dari Yazid, Akbar tahu menjadi anggota ISIS berarti mendapat gaji, bisa makan daging kuda, dan keliling Timur Tengah.

Categories
Parenting

Yang Tak Terasa Pun Perlu Dicermati

Tapi stres yang seperti apa? Setiap orang memiliki daya tahan yang berbeda terhadap tekanan. Ada Mama yang biasa-biasa saja ketika harus bekerja dan mengurus rumah tangga. Padahal ia harus meng hadapi tekanan pekerjaan, macet di jalan, mengasuh anak-anak, dan lainnya. Jika Mama sudah terbiasa dengan tekanan se perti ini lalu dijalani dengan santai, bisa saja masa subur Mama tidak akan terpe ngaruh yang ditandai dengan siklus haidnya yang tetap konsisten.

Baca juga : kursus bahasa Jerman di Jakarta

Tetapi, ada pula Mama yang tak bisa santai, kesibukanyang tidak terlalu padat bisa saja membuatnya sangat tertekan, mudah emosi, tidak sabaran, yang sangat mungkin berimbas pada masa suburnya terganggu. Stres yang mengganggu tingkat kesuburan pun tak hanya datang dari tekanan aktivitas sehari-hari, bisa saja stres yang datang tiba-tiba memicu terjadinya gangguan kesuburan. Misalnya, Mama shock ketika kehilangan hewan peliharaan, meng alami kecelakaan serius, orang yang disayangi meninggal dunia, diberhentikan dari pekerjaan, dan lainnya.

Di saat stres seperti ini bisa membuat cairan di mulut rahim mengalami “masa kering” yang membuat kesuburan Mama terganggu. Berbeda saat tidak stres, dimana saat menjelang ovulasi, area mulut rahim terasa basah. Namun kembali lagi, setiap orang berbeda-beda dalam menghadapi hal ini. Mungkin saja meski ia tertimpa musibah berat namun dia kuat menghadapinya bisa saja kesuburan Mama tidak terganggu dan tetap bisa segera hamil. Bisa juga Mama tak merasakan stres, bisa melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa.

Mungkin saja secara tidak sadar Mama sebenarnya mengalami stres namun karena sudah terbiasa dengan tekanan-tekanan sehingga Mama merasa biasa saja menghadapinya. Atau mungkin keinginan memiliki momongan yang sangat menggebu sementara Tuhan belum mengizinkan memicu stres pada Mama. Meski tidak disadari, stres seperti ini bisa saja mengganggu keseimbangan sistem hormon di dalam tubuh Mama sehingga Mama mengalami gangguan kesuburan. Jika demikian, sebaiknya Mama perlu lebih memahami kondisi dan berkonsultasi ke dokter supaya bisa mendapatkan kehamilan.

Categories
Resep

Piza Toping Semur Ala Cafe Instagramable Di Jakarta

Piza Toping Semur Ala Cafe Instagramable Di Jakarta

Bahan Kulit: 350 gr tepung terigu protein tinggi 15 gr gula pasir 2 gr ragi instan 250 ml air es 50 ml minyak goreng 1/2 sdt garam

Bahan Toping: 1/2 resep semur daging, iris tipis 2 bh cabai hijau, iris serong 2 siung bawang putih, cincang halus 75 gr keju cepat leleh, parut 2 bh tomat, iris tipis 1/2 sdt oregano bubuk 2 sdm saus tomat 1/4 sdt merica hitam kasar 1/2 sdt garam

Cara Membuat Untuk 12 potong: 1. Kulit, campur rata tepung terigu, ragi instan, dan gula pasir. Tuang air sedikit-sedikit sambil diuleni hampir elastis. 2. Tambahkan minyak goreng dan garam. Uleni sampai elastis. Diamkan 30 menit. 3. Bagi menjadi 2 adonan. Giling tipis adonan. Buat pinggirannya lebih tebal. Letakkan di dalam loyang yang dioles sedikit margarin. Tusuk-tusuk dengan garpu. Diamkan 30 menit hingga mengembang. 4. Oven dengan api bawah pada suhu 200 derajat Celsius, 7 menit hingga setengah matang. 5. Aduk rata saus tomat dan bawang putih. Olesi tipis pada permukaan pizza. 6. Tata tomat, cabai hijau, dan daging. Bubuhi garam, merica hitam kasar, dan oregano. Tambahkan keju cepat leleh. 7. Oven lagi pakai api bawah dengan suhu 190 derajat Celsius selama 20 menit hingga matang dan keju kecoklatan.

Hotdog Semur Untuk 6 porsi

Bahan: 1/2 resep semur daging, potong dadu 1×1 cm 2 bh tomat, iris bulat 4 lbr daun selada, sobek-sobek 6 bh roti hotdog, belah 2 tanpa putus 4 lbr keju lembaran, belah 2 bagian 100 ml saus sambal 100 ml mayonnaise 1 sdm margarin, untuk menumis

Cara Membuat: 1. Lelehkan margarin. Panaskan roti di atas margarin sebentar. Angkat. 2. Tata daun selada, keju, tomat di bagian tengah roti hotdog. Tambahkan potongan daging semur. Coret-coret dengan saus sambal dan mayonnaise.

sumber : stoica.id

Categories
Berita

Dari Sasando sampai Sitar bag2

Waditra diperkirakan alat musik mirip wina yang berkembang dari instrumen India, bin. Di Malang, waditra diperkirakan dipergunakan pada masa Hindu-Buddha abad ke-10-16. Dwi tak mengetahui pasti kenapa waditra punah tak ditemukan jejaknya. ”Mungkin, saat Islam masuk, tak ada lagi yang memainkannya,” ujarnya. Adapun festival ini melibatkan para musikus yang memainkan alat dawai sebagaimana dalam tradisi dan membawakannya untuk sebuah komposisi modern.

Ganzer dari Nusa Tenggara Timur, bersama kelompok sasandonya, misalnya, menggunakan beberapa sasando—alat musik khas Pulau Rote—untuk sebuah blues. Misbach Daeng Bilok malah membawa alat musik angin sendaren atau sawangan, yang biasa dipasang di layang-layang, untuk menghasilkan bunyi dari embusan angin. ”Sendaren bisa digunakan untuk mengusir hama, ramah lingkungan,” kata pria kelahiran Pulau Selayar, Sulawesi Selatan, ini. Sendaren dimainkan dengan gerak seperti menebas alang-alang dan mendayung.

Categories
Parenting

Asyiknya Bekerja Sambil Mengurus Anak

Coba, Mama mana yang enggak pengin memiliki kesempatan seperti Icha? Duh, iri banget ya, Ma, mengetahui Icha bisa bekerja sambil mengurus anak. “Iya… Kalau masih sibuk syuting, anak masih kecil. Kapan lagi bisa seperti ini?” ujar bintang iklan ini sambil di- tim nakita. make up duuh sayang, oleh Menurut Icha Nurbani (29), si kecil, Starla Hamida Taojoedin (1,7), yang akrab disapa Lala, masih butuh perhatian sosok ibu yang konkret.

Baca juga : tes toefl Jakarta

Maksudnya, tidak melulu kualitas yang dipentingkan, “Kuantitas intens justru yang akan mengantarkan kualitas baik bagi anakanak seusia Lala,” jelas istri dari Ical Taojoedin (34) ini. “Kalau usaha seperti ini, kan, enak. Kerja bisa, ngurus anak bisa, bahkan main dengan anak pun bisa,” tambah bintang FTV Hidayah ini. Memangnya apa, sih, pekerjaan Icha? “Saya mengurus rumah makan Dapur Sambal di Jagakarsa,” jelasnya. Pantas saja, lama tak terdengar kabar berita artis cantik ini, rupanya sedang sibuk membangun bisnis kuliner.

Tapi, diakui Icha, adakalanya dirinya tak bisa memegang langsung sang anak, yakni ketika sedang bekerja di dapur, saat menghadapi tamu/klien, ataupun kala menghitung uang. Maka dari itu, Icha tetap memerlukan bantuan jasa babysitter. “Saya menggunakan jasa babysitter hanya sebatas mewakili mendampingi dan mengurus Lala saat saya tidak memungkinkan untuk turun tangan langsung. Itu pun tidak boleh jauh-jauh dari mata saya karena saya punya trauma tersendiri dengan babysitter. Duuuh, amit-amit, deh, kejadian lagi!” papar Icha.

Itu sebab, demi keamanan si kecil, Icha melengkapi rumahnya dengan CCTV yang terkoneksi langsung ke gadget-nya. Make up selesai, pemotretan pun dimulai. “Wuiih, enaknya Rimba Baca ini, taman bacaan yang konsepnya play ground. Hi hi… seru!” ujar Icha mengomentari lokasi pemotretan. “Pantesan tadi Lala asyik di luar, tidak nimbrung saya saat di-make up. Biasanya, euuh… nempel!” Imbuhnya.

Icha lantas menjelaskan kalau Lala sangat senang dengan suasana seperti di Rimba Baca: luas, ada boneka, ada tempat eksplorasi, juga banyak buku anak. “Mudah-mudahan motret-nya enggak susah yaa… Yuk, kita mulai, mumpung Lala masih segar.” Benar saja, saat pemotretan berlangsung, baik untuk cover apalagi aktivitas, Lala kooperatif dan menggemaskan. Kalaupun ada sedikit kehebohan, karena dia ingin bereksplorasi dengan buku dan mainan yang ada di hadapannya. Yaa… maklumlah, namanya juga anak-anak. Betul, kan, Mam?

Sumber : pascal-edu.com